Mata malas (ambylopia) adalah pengurangan ketajaman penglihatan yang
diakibatkan perkembangan penglihatan yang abnormal selama masa bayi dan
anak usia dini (usia 3-5 tahun). Mata malas biasanya hanya mempengaruhi
satu mata, namun dapat juga mempengaruhi kedua mata. Ciri fisik mata
malas terlihat dari mata terlihat agak menurun.
Laporan ini memotivasi Dr Somen Ghosh, dokter mata yang membuka klinik
di India, untuk menguji pendekatan baru dalam rangka mencari metode
pengobatan yang paling efektif bagi penderita mata malas yang berusia
lebih tua. Dr Ghosh menggabungkan pengobatan standar untuk mata malas
dengan beberapa macam teknik lainnya yang telah teruji secara klinis
mampu memperbaiki penglihatan pasien mata malas.
Penelitian Dr Ghosh membagi peserta kelompok menjadi empat kelompok.
Peserta dalam semua kelompok mengikuti rencana pengobatan dasar dengan
cara memakai 'eye patch', yaitu memakai kacamata penghalang pada
mata yang kuat setidaknya selama dua jam sehari. Penutupan salah satu
mata ini bertujuan agar anak berlatih menggunakan mata yang lemah.
Metode 'eye patch'
ini merupakan teknik pengobatan amblyopia standar yang bekerja dengan
cara membuat mata yang lemah bekerja lebih keras. Penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa metode ini hanya efektif pada anak-anak berusia 14
tahun dan ke bawah. Selama setahun, kelompok pertama hanya mengikuti
rencana pengobatan dasar dan dijadikan sebagai kelompok kontrol.
Sementara kelompok dua, tiga dan empat mendapat perawatan tambahan,
yaitu;
- Kelompok 2 mengkonsumsi suplemen yang mengandung mikronutrien penting untuk penglihatan yang baik
- Kelompok 3 bermain video game setidaknya satu jam setiap hari dengan hanya menggunakan mata yang lemah
- Kelompok 4 mengkonsumsi suplemen citicoline untuk meningkatkan fungsi otak
Pada akhir penelitian, hampir 30 persen dari 100 peserta mencapai
perbaikan penglihatan yang signifikan. Sekitar 60 persen di antaranya
menunjukkan setidaknya beberapa perbaikan. Perbaikan yang signifikan
lebih mungkin dicapai anak-anak yang berpartisipasi dalam kelompok 3 dan
4. Dr Ghosh melaporkan bahwa pendekatannya memungkinkan sekitar
sepertiga dari peserta penelitian yang berusia 10 hingga 18 tahun
mengalami perbaikan penglihatan yang signifikan.
Seorang pasien Dr Ghosh yang berusia 16 tahun bernama Saurav Sen mendapat kesempatan memperoleh penglihatan yang baik. Pada usia 13 tahun, Sen mulai mengalami gangguan penglihatan serius yang kemudian didiagnosa ambylopia. Dokter lain telah mengatakan bahwa sudah terlambat baginya untuk memperbaiki amblyopia-nya. Dia kemudian menyelesaikan pengobatan yang ditugaskan untuk pengobatan pada kelompok 3 di atas.
"Bermain video game tebak-tembakan dengan hanya menggunakan mata yang
lemah memang sulit pada awalnya. Tapi setelah beberapa bulan, saya bisa
memenangkan semua level permainan dengan mudah. Saya sangat senang saya
dapat mengikuti program ini. Penglihatan saya telah sangat membaik
sehingga saya tidak lagi memiliki kesulitan belajar atau mengikuti
ujian. Permainan tenis saya juga meningkat, dan tentu saja saya sekarang
adalah seorang gamer PC profesional," kata Sen.
"Kerja sama pasien sangat penting, bahkan mungkin paling penting bagi
suksesnya pengobatan mata malas. Kita seharusnya tidak menyerah terhadap
pasien, bahkan untuk anak-anak yang lebih tua, tapi menawarkan mereka
harapan dan pengobatan yang dirancang untuk membantu mendapatkan
penglihatan yang lebih baik," kata Dr Ghosh.









0 komentar:
Posting Komentar