
Asik sendiri sendiri dengan hp masing masing walau bersebelahan
Smartphone
yang kini dilengkapi dengan berbagai fitur interaktif dan terkoneksi
ke internet membuat seseorang semakin ‘akrab’ dengan gadget
komunikasinya tersebut. Tanpa sadar bahkan Anda akan mengecek smartphone
atau Blackberry dalam jangka waktu tertentu yang cukup singkat.
Dalam
Journal Personal and Ubiquitous Computing yang merilis penelitian
tentang kebiasaan secara kompulsif memeriksa handphone, hal ini sangat
umum. Secara berulang-ulang seseorang bisa mengecek handphonenya
paling tidak selama 30 detik dalam rentang waktu kurang dari 10 menit.
Seseorang yang terkena gejala ini bisa bolak-balik memeriksa
handphonenya sedikitnya 34 kali dalam sehari.
“Hal
ini sekarang sangat umum terjadi dan sulit untuk dihindari. Mereka
bahkan tidak sadar melakukannya, karena itu memang perilaku di bawah
sadar,” ujar Loren Frank, seorang peneliti yang mengkhususnya di bidang
syaraf di University of California, San Francisco.
Menurut
Frank, proses di bawah sadar ini terjadi lewat dua tahap. Pertama,
seseorang menyukai perasaan ketika menerima email, twitter, atau
informasi baru. Orang selalu menyukai hal baru yang mereka terima pada
smartphonenya dan tanpa sadar selalu mengharapkan kehadiran notifikasi
baru. Apalagi pada orang-orang yang sering menerima informasi atau
pesan yang menyenangkan seperti pujian atau kata cinta. Karena ingin
terus merasakan hal tersebut, secara tidak sadar otak senang dengan hal
tersebut. Selanjutnya, memeriksa handphone menjadi hal yang otomatis
bahkan tanpa perlu dipikirkan.
Sisi
negatifnya, penelitian menemukan ketika Anda menghentikan kegiatan
penting hanya untuk memeriksa Blackberry atau smartphone, rata-rata
Anda menjadi sulit untuk kembali ke tugas sebelumnya dengan mood dan
konsentrasi yang sama. Mengecek Blackberry secara terus menerus kini
juga menjadi salah satu cara untuk menghindari interaksi dengan orang
yang Anda tidak suka.
Apakah Anda termasuk orang yang kecanduan smartphone? Berikut tanda-tandanya:
1. Anda memeriksa email lebih dari yang Anda perlukan
Ketika sedang berada dalam meeting penting atau sedang berkonsultasi dengan dokter, Anda masih terpikir untuk selalu memeriksa Blackberry atau iPhone. Padahal mungkin saja pada jam tersebut aktivitas informasi di Blackberry atau iPhone Anda sudah mulai berkurang.
Ketika sedang berada dalam meeting penting atau sedang berkonsultasi dengan dokter, Anda masih terpikir untuk selalu memeriksa Blackberry atau iPhone. Padahal mungkin saja pada jam tersebut aktivitas informasi di Blackberry atau iPhone Anda sudah mulai berkurang.
2. Membuat Orang Lain Kesal
Kebiasaan tersebut mulai menganggu orang sekitar Anda dan Anda menjadi cenderung mengabaikan orang di sekitar. Teman-teman Anda mulai berkomentar atau mengeluh terhadap ‘kesibukkan’ Anda. Bahkan ketika bertemu istri dan anak di rumah Anda masih tetap tak bisa berhenti lepas dari smartphone.
Kebiasaan tersebut mulai menganggu orang sekitar Anda dan Anda menjadi cenderung mengabaikan orang di sekitar. Teman-teman Anda mulai berkomentar atau mengeluh terhadap ‘kesibukkan’ Anda. Bahkan ketika bertemu istri dan anak di rumah Anda masih tetap tak bisa berhenti lepas dari smartphone.
3. Resah dan gelisah bila tidak bisa memeriksa smartphone
Blackberry Anda tertinggal di rumah atau meeting dengan atasan yang menginstruksikan tidak boleh menyentuh handphone membuat Anda cemas dan resah. Bahkan di gym atau kolam renang Anda tak pernah terpikir untuk meninggalkan Blackberry Anda di loker.
Jika Anda merasa ‘dekat’ gejala-gejala tersebut mungkin Anda termasuk
orang yang kecanduan smartphone. Jangan khawatir, gejala tersebut
bukan harga mati. Tunggu artikel selanjutnya untuk mengetahui cara
mengatasinya! Blackberry Anda tertinggal di rumah atau meeting dengan atasan yang menginstruksikan tidak boleh menyentuh handphone membuat Anda cemas dan resah. Bahkan di gym atau kolam renang Anda tak pernah terpikir untuk meninggalkan Blackberry Anda di loker.
sumber :http://ruanghati.com/2011/08/19/test-apakah-anda-termasuk-pecandu-blackberry-maniak-smart-phone/








0 komentar:
Posting Komentar